Retrorika Coffee Bar & Resto
Cerita Lainnya

Retrorika Coffee Bar & Resto, Padu Padan Konsep Retro dan Eco-friendly yang Bikin Betah

Mengunjungi sebuah kedai kopi di masa kiwari tidak hanya tentang menikmati suguhan kopi. Lebih dari itu, kedai kopi telah menjadi cara manusia kekinian bersosialisasi dan menunjukkan eksistensi. Oleh karenanya, selain penyajian kopi, pemilihan lokasi dan identitas kedai kopi selalu menjadi pertimbangan. Pengunjung menuntut lebih dari sekedar apa yang dirasa lidah, tetapi pengalaman dan kesan saat menghabiskan waktu di sana. Asumsi itulah yang terlintas ketika pertama kali mengunjungi Retrorika Coffee Bar & Resto, di Desa Bumi Aji, Kota Batu.

Sesaat setelah memarkir motor, kesan pertama itu langsung aku dapatkan, padu padan konsep 4R (Reduce, Reuse, Recycle, and Replace), retro dan eco-friendly. Dari pintu masuk, tanaman jenis sukulen dan kaktus mengisi aneka perabotan bekas. Sebagian dinding kafe bagian luar menggunakan barang bekas seperti palet kayu, jendela bekas, pintu bekas. Tepat di pintu masuk, ada papan yang menginformasikan mengenai eco-friendly yang diterapkan di kafe ini seperti meniadakan penggunaan tisu, sedotan plastik, dan sebagainya.

Retro dan Eco-friendly

Begitu memasuki area kafe, konsep 4R (Reduce, Reuse, Recycle, and Replace) dan retro-nya kian terasa. Hampir keseluruhan perabotan dan desain interiornya menggunakan barang bekas dan lawas. Menariknya lagi, beberapa barang bekas dialihfungsikan sehingga makin unik dan menjadi ciri khas kafe ini. Misalnya bekas tabung elpiji atau panci yang dijadikan kursi, tangki BBM yang dikreasikan menjadi tempat sampah. Di kafe ini, semua barang bekas bak seni instalasi.

Penggunaan barang lawas juga mendominasi. Pengunjung akan dengan mudah menemukan TV tabung jadul, radio, dan mesin tik tua. Ingin bernostalgia dengan musik era Frank Sinatra, dkk pun bisa. Susunan kaset pita dengan aneka pilihan musisi tertata apik di rak kayu. Ada pula koleksi buku-buku lawas seperti komik Wiro Sableng. Pada sudut yang lain, aneka tanaman, baik jenis monstera, alokasia, anthurium hingga tanaman perdu lain.

Perempuan yang merasa merdeka melalui peran kata

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: