Darah adalah ketakutan. Kegilaan. Perempuan yang sedang menstruasi bisa menebar teror. Pernahkah darah perempuan menjadi subyek yang puitis?”

Demikian pertanyaan Mara ketika diberi tugas mencari ide baru untuk iklan pembalut.

Diantara 11 kumpulan cerpen Sihir Perempuan, cerpen Darah paling ngena dengan ide cerita yang segar dan jarang diangkat. Dalam cerpen ini penulis menyajikan pengalaman pertama perempuan menghadapi darah menstruasi. Perasaan bingung, malu, ganjil, nasihat-nasihat lama hingga mitos tentang hantu.

Yap, darah adalah momok bagi perempuan. Darah menjadi pertanda dari fase kehidupan perempuan. Ketika darah menstruasi datang, ia harus berhenti menjadi anak-anak, tak lagi perawan, dan menua.

Dan menjadi kegelisahan ketika tak datang disaat yang diharapkan.

Darah itu najis, kotor, dosa dan menjijikkan. Hingga perempuan yang sedang menstruasi pun dibebas tugaskan dari ibadah.

Ending cerpen ditutup dengan kesan “karena darah adalah hidup”, hal yang terkadang terlupakan.

Bagikan ini:

Menyukai ini:

Suka Memuat...
error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: