Zine Penyihir Pegagan Karya Taiga Bluet
Sukai buku sejak dari sampulnya! Ya, sebagai pembaca yang juga menyukai ilustrasi, aku selalu memilih buku dari desain sampulnya. Hehehe. Sesuka itu sama ilustrasi karena bagiku ia bukan hanya pelengkap sebuah kisah tetapi bagian dari kisah itu sendiri. Zine berjudul Penyihir Pegagan karya Taiga Bluet ini langsung bikin aku jatuh suka pada pandangan pertama. Segera ku pesan pada kreatornya langsung.
Ketika zine datang, berlekas-lekas aku membukanya dan benar saja zine Penyihir Pegagan ini, sejak dari sampul depan hingga belakang indah banget. Sebelum membaca isinya tentang apa, aku lebih dulu mengagumi ilustrasinya, halaman demi halaman. Betah bacanya, berulang kali kami baca tak bosan-bosan. “Cantik, Ibuk. Ini lucu. Wahhh, bagus.” itu reaksi anak perempuan kami saat menjelajahi setiap halaman.




Penyihir Pegagan berkisah tentang seorang anak perempuan yang sedang menyiangi rumput di sawahnya. Tiba-tiba ada yang menggelitik kakinya. Penasaran, dia pun berubah menjadi Penyihir Pegagan demi menemukan hewan tersebut. Petualangan singkat itu membawa sang Penyihir Pegagan bertemu ikan sidat.
Sebagaimana format zine, bukunya berukuran A5 dan cukup tipis (aku lupa berapa halaman, hehe). Formatnya seperti komik, ada balon kata dan efek suara. Selain kisah si Penyihir Pegagan, zine ini juga menyajikan halaman fakta tentang jenis ikan sidat yang hidup di Indonesia, pengenalan karakter Penyihir Pegagan dan sang kreator yang dikenal dengan nama Taiga Bluet. Taiga Bluet merupakan nama pena Maima Adiputri yang juga menerbitkan buku Makan Ini, Makan Itu (Penerbit HuMi) bersama Zulfa Adiputri.

