Ruang Kata & Rasa

Retorika Tahunan

Tahun kembali baru
“Tetapi persoalan kita masih usang, nak,” sahut ibu pertiwi. “Persoalan kita adalah hutang panjang pada mereka yang menjadikan tanah air sebagai tanah lahir dan tanah akhir.
.
Pada mereka yang mencintainya dengan cara yang berbeda dan justru dianggap pendurhaka
Pada mereka yang menggadaikan jiwa dan raganya sendiri demi keadilan orang lain
Pada mereka yang lapar dan kita sibuk mengenyangkan diri
Pada mereka yang sering kali dilabeli sebagaimana kehendak kita
Pada mereka yang tergugu atas hak pilihan hidupnya yang dikebiri
.
Meski demikian, nak, mari berharap di tahun yang kembali baru ini, semoga ada kebaruan rasa, logika dan etika. Yang lebih baik. Bukan retorika tahunan yang penuh basa basi yang basi.

Perempuan yang merasa merdeka melalui peran kata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: