Saling menuding

Saling membanting

Merasa paling penting

Tetapi lari pontang-panting mencari firman Tuhan untuk mengalahkan lawan

Mendaku sebagai yang paling dekat dengan Tuhan

Mengambil alih suara-suara Mengatasnamakan pemilik dari suara-suara

Barangkali aku yang sinting,

Melihatmu tak ubahnya nasi aking

Masih dapat dimakan, tetapi seberapa banyak manfaat yang bisa diambil darinya?

Jika kau terus memaksa mengonsumsinya, berulang-ulang, niscaya tubuhmu akan semakin ceking

Barangkali aku yang sinting,

Mendengar bicaramu tak ubahnya desing knalpot motor racing

Nyaring, bising

Tetapi tahukah kau bahwa telinga-telinga lebih dulu berdenging sebelum bisa menangkap bicaramu

Barangkali aku memang sinting, mengapa pula aku harus memikirkanmu yang tak penting

Bagikan ini:

Menyukai ini:

Suka Memuat...
error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: