kebun binatang surabaya
Cerita Seperjalanan

Berulang Tahun dan Bernostalgia di Kebun Binatang Surabaya

Ketika anak kami berusia genap satu tahun, Aku dan Ayahnya memang tidak berencana merayakan sebuah acara perayaan ulang tahun (seperti pada umumnya). Alasan pertama kami adalah ingin punya momen bertiga, hanya kami bertiga. Semacam mengulang pertemuan pertama kami di Ruang Sadar pasca persalinan dan mengenang setiap hal yang serba pertama kali bagi kami, tiga manusia baru. Perayaan bersama yang kelak akan kami rindukan, karena bisa saja ketika Ia tumbuh jadi anak, remaja, hingga dewasa akan banyak dihabiskan bersama teman-temannya.

Ke dua, keluarga kami memang tidak memiliki tradisi merayakan ulang tahun yang ramai: berkumpul sembari menyanyikan lagu, meniup lilin, kado dan atribut perayaan lainnya. Ibuku lebih memilih merayakan dalam sunyi: berpuasa di hari kelahiran anaknya, membuat dan membagikan tajin selamet (bubur) dan doa-doa yang tak pernah putus. Itu saja, hal yang sama juga dilakukan Mbahku.

Di hari yang sangat penting itu, kami memutuskan untuk menghabiskan momen bersama di Kebun Binatang Surabaya (KBS). Kami menjumpai kembali KBS yang terakhir kali kami kunjungi saat kami kecil dulu, berpuluh tahun lalu. Liburan yang sangat membekas hingga kami menjadi orang tua dan ingin membuat kenangan yang membekas untuk anak kami. Selain itu, jaraknya yang cukup dekat menjadi pertimbangan lainnya.

Kebun Binatang Surabaya merupakan edu wisata populer di Jawa Timur dan cukup tua usianya dibandingkan edu wisata lainnya. Menurut Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya, KBS didirikan oleh seorang jurnalis yang memiliki hobi mengumpulkan binatang yakni, H.F.K. Kommer pada 31 Agustus 1916. Dua tahun kemudian KBS pertama kali dibuka untuk umum dan mulai ditetapkan tarif masuk. Makanya gak heran kalau generasi sebelum anak-anak kita, punya kenangan yang memorable sama KBS, termasuk kami. Apalagi saat itu pilihan tempat wisata sangat sedikit.

KBS berada di kawasan Darmo, tepatnya di Jl. Setail No. 1, Darmo, Kec. Wonokromo, Kota Surabaya. Tiket masuk dipatok Rp. 15.000/orang. Anak dengan tinggi badan 85 cm sudah dikenakan tiket masuk, ya. Harga tiket sama weekday maupun weekend. Sistem pembelian tiket dibagi menjadi dua, tunai dan non tunai. Untuk non tunai pembayaran menggunakan Shopee Pay atau Qris. Saat kami berkunjung di hari minggu, rame banget sehingga pembayaran via Qris kami pilih karena tanpa antrian. Dua tiket, anak kami tentu saja masih gratis karena tingginya kurang dari 85 cm. Sebelum berangkat, kami mempersiapkan segala bekal, mulai dari stroller, gendongan hipseat, MPASI, ASIP dan air putih serta cemilan.

Memasuki area pintu utama KBS, kami langsung disambut keramaian pengunjung lain. Ya, berkunjung di hari minggu atau akhir pekan memang harus bersiap dengan suasana semacam ini. Di beberapa spot nampak lengang, namun di spot yang lain ramai sekali sampai harus bergantian untuk melihat satwa. Kami mencoba mengingat beberapa spot yang dulu pernah ada, nyatanya terasa asing karena banyak sekali perubahan.

Salah satu yang kami cari adalah spot foto bersama gajah dengan kamera polaroid karena itu satu-satunya kenangan-kenangan fisik yang masih utuh hingga saat ini. Sayangnya sekarang sudah serba digital, tukang foto yang berseliweran hanya menenteng kamera digital pun print outnya. Spot foto bersama gajah juga tak kami temukan. Ya, meski ga jadi nostalgia setidaknya masih bisa menikmati keseruan anak kami ketika melihat lebih dekat hewan-hewan di KBS. Tidak hanya di buku saja.

Apalagi saat masuk area Aquarium, girangnya gak kepalang. Dia suka sekali melihat berbagai jenis ikan dengan ukurannya yang beragam. Tunjuk sana dan tunjuk sini, antuasias sekali. Nah, untuk area Aquarium berbayar Rp. 30.000/orang. Areanya tidak terlalu luas, dibagi menjadi dua bagian, ikan air tawar dan ikan air asin. Meski demikian masih cukup nyaman mendorong stroller karena tak perlu berdesakan dengan pengunjung lain. Selain ada koleksi jenis ikan, di area ini juga ada koleksi beberapa jenis ular, buaya dan reptil lainnya.

Muter-muter, pindah dari satu kandang ke kandang yang lain, naik stroller ganti hipseat lalu stroller lagi sampai akhirnya berasa juga capeknya. Mungkin jika setahun lagi kami kembali ke sini, anak kami pasti sudah bisa ngomong, “ga mau pulang”, hehehe. Sebelum menyelesaikan keseruan di KBS, kami menyempatkan mampir ke toko oleh-oleh dan membiarkan anak kami memilih sendiri boneka yang dia sukai. Kelak, dia akan tahu bahwa di hari dia genap berusia setahun, kami membersamainya. Semoga terus demikian. Amin.

Seorang Perempuan, Istri dan Ibu Purnawaktu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!