Kopèng Sètan: Jamur dan Ingatan Masa Kecil Tentang Mitosnya
Apa yang membentuk kita hari ini adalah potongan-potongan kecil tentang pengalaman, ingatan, dan pengetahuan di masa lalu. Satu ingatan masa kecil yang membekas dan membuatku punya pengalaman berbeda dengan orang lain adalah persepsiku tentang jamur. Di desaku, jamur memiliki nama alias yang cukup aneh dan membuatku pantang mengonsumsinya sampai hari ini. Ia disebut kopèng sètan atau kuping setan.
Aku lupa bagaimana awalnya ia disebut demikian, tetapi dari penuturan Mak Nyai dan Mbok Nyai (kakek dan Nenek) jamur adalah kuping setan. Mungkin karena bentuknya yang menyerupai daun telinga/kuping sehingga orang-orang dulu menyebutnya begitu. Barangkali pula pernah ada kejadian keracunan atau efek negatif setelah mengonsumsinya. Mengingat ada jenis jamur liar yang tumbuh di kotoran sapi atau disebut jamur tahi sapi/jamur letong.





Pada jaman itu masih cukup banyak yang memelihara sapi di rumah-rumah warga. Sementara itu pengetahuan tentang si kopèng sètan masih sangat minim. Besar kemungkinan dari inilah kemudian para orang tua menjulukinya si kuping setan agar anak-anak menjauhinya. Melansir dari laman Badan POM, jamur jenis ini mengandung bahan aktif psilosibin dan psilosina yang termasuk ke dalam narkotika golongan I. Psilosibin mempunyai sifat halusinasi, dapat mengubah suasana hati (mood), mengubah persepsi diri dan/atau dunia sekeliling serta meluapkan perasaan baik rasa senang (euphoria) maupun rasa sedih (depresi).
Jamur liar di daerahku cukup mudah ditemukan sebab ia mudah tumbuh di suhu yang lembab. Di pekarangan rumah atau di sudut tembok dapur, menyembul di pagar kayu, di antara tanaman perdu, bebatuan hingga pohon yang tumbang. Minimnya pengetahuan tentang jamur liar dan mitos yang menyertainya akhirnya tidak ada yang pernah mencoba mengonsumsinya. Sekarang tentu lebih mudah mengonsumsi jamur karena banyak yang membudidayakannya.
Foto-foto ini aku dokumentasikan dari sekitar pekarangan rumah. Berbekal pencarian melalui gambar di Google, aku dapat mengenali jenis jamur liar yang aku temukan ini.


