Ode Seekor Angsa
Malam ini, aku akan menjadi angsa yang dipotong sebilah belati
dikuliti untuk dimasak di kuali
Malam ini, aku akan menjadi jamuan para puan dan tuan
di meja batu pualam, tempat tumpah ruah kemunafikan
Sedang nona-nona berbahagia,
Berdansa dengan gaun warna-warni, tertawa dengan sepenuh hati
Sorong ke kanan, menebar keangkuhan
Sorong ke kiri, menebar dengki
lalu saling mengangkat seloki, merayakan hierarki
Malam ini, sepotong demi sepotong diriku disajikan
Sebagai pengantar, juru masak berkelakar
aku serupa yusuf yang dipersembahkan di altar untuk Tuhan yang maha besar
Sepotong hatiku menjadi hidangan utama
Pisau dan garpu saling beradu, siapa yang paling berhak mencabikku
Sedang para gigi menyeringai, di sanalah aku akan benar-benar mati
Puan mengasihiku, meringis sembari melumatku habis
Tuan sibuk mengumpatiku amis
Sedang nona-nona memilih apatis
Malam ini, aku terlahir kembali
Menjadi seekor angsa yang menjelma prasangka, bergentayangan meneror penguasa.


