Somber Pandân: Sumber Mata Air Bak Oase di Tengah Sawah
Sumber mata air menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat desa. Apalagi jika masih ada lahan pertanian, di mana kebutuhan pengairan sangat bergantung pada sumber mata air. Sebagaimana lahan pertanian di desaku. Lahan pertanian di desaku berupa sawah tadah hujan. Ketersediaan air, utamanya saat musim kemarau bergantung pada Somber Pandân, satu-satunya mata air yang ada di desaku. Somber Pandân bak oase di tengah tanah tegalan Madura.
Somber Pândan merupakan mata air yang terletak di tengah kawasan sawah. Lokasinya berdampingan dengan Kampung Somber, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kwanyar, Bangkalan. Berjarak sekitar 1km dari kampungku, Bujur atau tepatnya di sebelah utara kampungku. Sumber mata air ini tidak terlalu besar namun dasar sungai cukup dalam. Lebar sungai kurang lebih 5-6 meter dan hanya memiliki satu anak sungai kecil (sok-sok) yang mengalir ke arah kampungku. Bantaran sungai dirimbuni pepohonan besar sehingga cukup teduh. Ketika musim kemarau mencapai puncaknya, Somber Pandân bertahan. Hanya saja tidak dapat mengairi anak sungai sehingga kering kerontang.

Mitos Somber Pandân
Sebagai mata air yang cukup tua, Somber Pandân telah memberikan banyak penghidupan bagi masyarakat yang hidup di sekitarnya. Dari generasi ke generasi sehingga menyimpan banyak cerita dari masa lalu. Menurut penuturan Embukku, sekitar tahun 1970-an ketika anak sungai di kampungku kering, para perempuan akan mengambil air dari sumber ini. Mereka mengisi tempayan lalu menyungginya untuk memenuhi kebutuhan air di rumah.




Baca Juga Nang-konang Dalam Mitos dan Lagu Anak Madura
Mata air ini juga memiliki mitos yang dipercayai selama beberapa generasi. Kisah tentang sosok yang menungguinya selama ratusan tahun. Konon, ada makhluk bernama mot-kelmot di dasar sungai. Makhluk ini dapat menarik siapapun hingga ke dasar sungai. Menurut cerita, dulu ada sepasang pengantin yang mandi di sumber tersebut. Pasangan itu ditarik oleh mot–kelmot hingga tenggelam ke dasar sungai. Meski kisah ini dianggap mitos, nyatanya para orang tua selalu mewanti-wanti anaknya agar berhati-hati saat bermain air di sana. Apalagi Sumber Pandan memiliki titik dalam sehingga berbahaya bagi anak-anak yang tidak dapat berenang. Barangkali, mitos itu tercipta sebagai upaya leluhur untuk menjaga anak cucu dan mata air ini agar keduanya tetap hidup. Buktinya, tidak ada kasus anak tenggelam dan kelestarian sumber ini terjaga.


