kerang bambu
Carèta Embuk,  Dâpor Embuk

Lorjhu’: Kerang Bambu di Pesisir Selatan Madura

Lorjhu’ merupakan nama lokal dari kerang bambu atau Solen spp. Ya, selain nama sebuah band asal Madura, lorjhu’ merupakan hewan pesisir yang kaya nutrisi dan memiliki nilai ekonomi. Kerang bambu menjadi komoditas penting sehingga harga dan permintaannya selalu tinggi. Di pulau Madura, khususnya di desaku kerang bambu adalah primadona di antara jenis kerang-kerangan.

Kerang lorjhu’ memiliki rasa dan bentuk yang khas. Karaterisitiknya bercangkang pipih, panjang mirip bilah bambu. Ukurannya bervariasi, berkisar 3-6 cm atau sebesar jari tangan orang dewasa. Habitat kerang bambu berada di pesisir pantai berlumpur. Tepatnya di bawah pasir sehingga hanya bisa ditangkap pada saat air laut surut. Diperlukan alat khusus seperti cangkul untuk menggali liangnya.

Mencari kerang menjadi pekerjaan sampingan setelah bertani sehingga ketika air laut surut warga berbondong-bondong memburunya. Tak peduli malam bahkan dini hari sekalipun. Saat musim kerang mencapai puncaknya, warga dari desa lain pun turut rang-karang (mencari kerang). Kerang hasil rang-karang biasanya dimasak untuk dijadikan lauk. Ada juga yang menjualnya ke pengepul untuk diolah menjadi camilan khas Madura seperti lorjhu’ goreng, petis lorjhu’, campuran pada rengginang, dan camilan lainnya.

Kandungan Gizi Kerang Bambu

Sumber nutrisi melimpah di pesisir pulau Madura. Di kawasan pesisir desaku ini, ada berbagai sumber protein. Ikan dan udang tambak, kepiting bakau, dan aneka kerang-kerangan. Termasuk di antaranya kerang bambu. Menurut penelitian Trisyani N. dan Yusan L. Y. (2020) kerang bambu dari pesisir pantai Kwanyar Bangkalan mengandung protein 74,52%, lemak 3,09%, karbohidrat 1,84% serta kadar Abu 12,28%.

Kerang ini juga memiliki kandungan 17 jenis asam amino, yaitu asam amino esensial dan non esensial. Kandungan asam amino arginin dan valin pada kerang bambu sangat bagus untuk anak-anak karena menjadi stimulator hormon pertumbuhan. Kandungan gizi yang tinggi membuat kerang bambu berpotensi untuk dikembangkan menjadi minuman dan tepung kerang bambu.

Sumber:
melekperikanan.com/2020/01/kerang-bambu
pubmed.ncbi.nlm.nih.gov
Sosialisasi dan Pelatihan Pengolahan Kerang Bambu

Seorang Perempuan, Istri dan Ibu Purnawaktu

Satu Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!