avicennia
Carèta Embuk,  Dâpor Embuk

Mengenal Pangan Lokal Gopil: Buah Mangrove Avicennia

Masyarakat pesisir memiliki beragam pangan lokal dari lingkungannya. Satu di antaranya buah dari bakau jenis Api-api atau Avicennia marina. Bakau Avicennia merupakan jenis bakau yang tumbuh di area rawa bakau, pantai berlumpur, atau area pasang surut. Pohon Avicennia toleran pada area pesisir yang memiliki kandungan garam yang tinggi. Uniknya, daun-daunnya memiliki kelenjar garam sehingga di sisi bawah daun dilapisi kristal garam berwarna putih. Ini adalah kelebihan garam yang dibuang oleh tumbuhan tersebut.

Buah api-api berbulir kecil dan berbentuk mirip hati, kulitnya tebal dengan warna putih atau kekuningan. Rasa buahnya pahit dan sedikit asin sehingga ketika diolah memerlukan beberapa tahapan untuk menetralisir rasanya. Mengutip laman lindungihutan.com, buah api-api memiliki kandungan protein, karbohidrat, Vitamin B, dan C. Buah ini juga mengandung bioaktif dalam bentuk alkaloid, terpenoid, flavanoid, dan sifat antibakteri. Oleh karenanya, masyarakat pesisir kerap menjadikannya alternatif pengobatan tradisional seperti kulit terbakar, rematik, cacar, dsbnya.

Mengolah Buah Api-api Menjadi Pangan Lokal

Desaku terletak di pesisir selatan laut Pulau Madura, di mana ekosistem hutan bakaunya masih terjaga. Sebagai orang pesisir, tentu kami terbiasa memanfaatkan tumbuhan bakau sebagai bagian dari dapur kami. Termasuk mengolah buah api-api atau di desa kami disebut gopil. Pengetahuan lokal orangtua kami, buah gopil dimasak menjadi makanan seperti bubur atau kolak gula merah. Rasanya tak kalah enak dengan kolak buah pada umumnya. Kolak buah gopil cita rasanya khas, tekstur buahnya lembut, berpadu dengan rasa manis dan gurih.

Baca Juga Gheddhâng Bhiru: Pisang Biru Dalam Budaya Orang Madura

Bagaimana cara mengolahnya sehingga menjadi pangan lokal yang enak?

Pertama, proses yang paling penting dari pengolahan buah api-api adalah menetralisir rasa buahnya. Bersihkan buah api-api dari daun dan tangkainya lalu cuci bersih. Berikutnya, rebus buah hingga empuk. Tiriskan dan tuang air bersih untuk proses perendaman. Rendam buah api-api selama 24 jam. Kedua, setelah proses perendaman, siangi atau pisahkan kulit luar buah. Tiriskan dan bilas dengan air bersih dua sampai tiga kali. Ketiga, rebus santan dan gula merah hingga mendidih, lalu tambahkan buah api-api. Masak sekitar tiga menit sampai siap disajikan.

Seorang Perempuan, Istri dan Ibu Purnawaktu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!