-
Rupa Luka – Sebuah Cerita Panjang Fiksi Bagian 2
Setiap kali badai reda, suasana setelahnya terasa berbeda. Semua yang diamuknya seolah kehilangan daya, terkulai lemas dan senyap. Berikutnya yang datang adalah perasaan janggal yang sulit sekali dijelaskan dengan kata-kata. Aku duduk bergelung…
-
Rupa Luka – Sebuah Cerita Panjang Fiksi Bagian 1
Mereka bilang aku gila. Katanya aku sudah lupa siapa diriku, siapa keluargaku, dan apapun yang melekat pada diriku. Maka demi menyelamatkanku dari kegilaan ini, mereka memaksaku tinggal di Rumah Sehat Jiwa. Dan seperti…
-
Embok Randeh Kasehan, Perempuan Sunyi dari Bulan
Tidak ratusan purnama, merindumu sudah sejak bulan serupa sabit hingga ia menuju gerhana.
-
Perempuan Bermuka Seribu itu, Aku
Katanya, biarlah Tuhan yang menuntunku ke jalan yang benar, sesuai dengan kodratnya. Jangan menjadi Hawa ke dua yang diusir dari Surga.
-
Belajar Menanak Nasi yang Baik dan Benar
"Pernahkah kamu mendengar ungkapan para leluhur, "butir nasi terakhir adalah berkah surga", itu adalah bentuk penghargaan pada nasi, pada prosesnya yang panjang
-
Semesta Rasa
"Laila, ketika tua nanti, bisakah kau kembali menceritakan sepasang kucing yang kita temui di sore yang hujan itu?"
-
Mega Merah yang Memerah
“Hilang yang kita yakini itu kan apa yang tidak terlihat oleh mata. Selama ada yang berpikir kau ada, sekalipun kau tidak nampak di mata, kau tetap ada.”
-
Pledoi Seorang Lelaki yang Meninggalkan Kekasihnya
Penyair yang gila pada kata-kata. Lalu menggila di sini karena tak bisa mengatakan bahwa kau juga terluka
-
Para Keparat
Beragama adalah urusan semua orang. Dalam hal ini, aku jelas tak bisa apa-apa kecuali tetap teguh dengan pilihanku.